Suka Duka Mahasiswa Baru Berkuliah Online Selama Pandemi

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi , jurusan Biologi, semester lima, Ayu Zuhrotul Munawaroh mengatakan, wirausaha dapat dilakukan oleh siapa saja termasuk mahasiswa. Situasi saat pandemi kini, jika mengalami sulit mendapatkan pekerjaan, maka jalur alternatifnya yaitu dengan berwirausaha. Bagi Ayu, tujuan utama kewirausahaan yaitu untuk mendapatkan penghasilan sendiri, supaya dapat memenuhi kebutuhan pribadi keseharian. Selama wabah permintaan terhadap produk/layanan kesehatan meningkat pesat. Ini merupakan peluang bagi sektor perhotelan dengan melakukan utilisasi aset yang mereka miliki yaitu kompetensi di bidang housekeeping khususnya cleaning providers. Maka Hotel Teraskita dan Hotel Ambhara meluncurkan layanan “on-demand cleansing service” dengan label kebersihan prima “berkelas hotel” ke rumah-rumah.

Saat biaya pendidikan semakin mahal, buku bekas menjadi alternatif untuk mengurangi beban keuangan mahasiswa. Buku bekas yang masih layak digunakan dapat dibeli dengan harga murah dari pengumpul buku atau/dari teman/orang lain yang sudah tidak membutuhkannya lagi. Kemudian jual kembali buku bekas tersebut kepada teman/orang lain yang membutuhkan.

Pelanggan atau nasabah dapat memiliki kenaikan risiko kredit signifikan akibat pandemi corona, sehingga dengan peraturan relaksasi dari pemerintah , bisnis entitas dapat terus berjalan baik. Namun bisa saja walaupun sudah mendapatkan relaksasi dari pemerintah, bisnis tersebut tidak akan bertahan sampai 12 bulan ke depan sehingga dinilai risiko kredit telah meningkat. Tetapi ada juga pelaku usaha yang bisa mengambil peluang bisnis ditengah pandemi Corona seperti ini. Pada pasa pandemi saat ini, masayrakat yang perekonomiannya terdampak covid 19 harus bisa memutar otak bagaimana cara agar mereka tetap bisa mendapat penghasilan dan tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Indonesia sendiri kegiatan perekonomian masih berjalan walaupun tentunya tidak sama seperti sebelum terjadinya Virus Corona.

Bisnis mahasiswa saat corona

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta hanya mengizinlan tiga kelompok mahasiswa untuk menyambangi kampus selama pandemi Corona. Permintaan produk frozen meals semakin meningkat di kala mereka tak bisa berpergian ke luar rumah. Apalagi emak-emak milenial memang tidak piawai memasak, sehingga mereka memasak yang mudah-mudah . Kondisi ini dimanfaatkan Es teler 77 dan Hokben untuk mengeluarkan varian produk frozen dan “ready to eat” untuk mengantisipasi pelanggan dine-in yang terus merosot.

Langkah ini perlu dilakukan terutama untuk mengevaluasi kinerja bisnis, apakah menguntungkan atau justru dalam posisi rugi. Untuk membuka usaha katering sehat, pastikan semua bahan makanan yang digunakan benar-benar segar, bersih, dan higienis. Buat juga berbagai pilihan menu yang bervariasi agar pembeli tidak mudah bosan dengan menu yang Sobat tawarkan. Yuk bergabung dengan Bisnismuda.id untuk sharing dan belajar investasi, pengelolaan keuangan, dan wirausaha. Sementara itu, pelaku UMKM terkendala dari sisi provide karena terganggunya distribusi selama masa pandemi Covid-19. Selain itu, pelemahan dari sisi permintaan semakin menekan keberlangsungan UMKM dalam negeri.

Kita perlu menjauhi ruang-ruang publik terlebih dahulu, meskipun kuliah digantikan secara online, agar tujuan untuk menghambat penyebaran virus berhasil. Jangan sampai, tujuan pemerintah yang ingin mengendalikan penyebaran di area kampus, hanya menggeser persebarannya di ruang publik yang lain. Kita perlu memulai untuk membatasi interaksi, dimulai dari diri sendiri membatasi aktivitas di luar ruangan atau ruang publik. Perusahaan memilki cadangan-cadangan yang biasanya menggunakan asumsi bisnis regular.