Coolturnesia

Kuliner Yogyakarta selalu memiliki daya tarik tersendiri. Dari rasa, tekstur, hingga teknik pembuatannya, tidak jarang jajanan di Jogja menyita perhatian banyak orang. Di Jogja, kamu akan menemukan banyak Daftar Togel Online tempat makan yang populer,mulai dari warung gudeg di tengah kota Jogja hingga sate klatak di pedalaman Imogiri. Selain rumah makan, warung jajanan kaki lima di Jogja juga tidak kalah menariknya, lho!

Keminting sendiri terbuat dari campuran tepung kanji, terigu, sagu, gula jawa, gula pasir, dan santan, yang kemudian dipanggang menggunakan oven. Kamu pasti sudah sering melihat pembuatan gulali karena kebanyakan penjual gulali membuat langsung gulali sehingga bisa dilihat oleh pembeli. Berhubung masih guide, maka proses pembuatan rambut nenek bisa memakan waktu kurang lebih 30 menit. Setelah itu, gula pasir ini dicampur dengan adonan terigu yang kemudian dibentuk memanjang di atas meja yang beralaskan seng.

Variasi adonan mulai dari green tea, pink velvet, bubblegum, taro, membuat kue cubit banyak dicari hingga hari ini. Nama kuliner ini disebut dengan Putu Piring karena, bentuknya sendiri hampir mirip seperti piring, untuk warnanya beragam ada sesuai keinginan. Putu Piring juga bisa Anda temui di Singapura, dari segi tampilannya sangat mirip. Jajanan kuliner Indonesia lain yang tidak kalah nikmatnya adalah Putu Piring.

Jajanan favorit gulali

Gulali satu ini mempunyai bentuk yang unik yang langsung di kreasikan oleh abang penjual gulali tersebut. Biasanya kita bisa request bentuk apa yang diinginkan lalu abang gulali akan membuatkan pesanan. Mie lidi ini enak banget dicemilin dalam keadaan apapun.

Berikut ini beberapa bahaya dari konsumsi makanan manis yang berlebihan. Dalam merealisasikan produknya, Rani dan Bayu tentunya melalu pros­es trial and error guna menemukan komposisi yang pas. “Kita cari-cari botolnya kayak gimana, bahan baku seperti apa, rasanya apa saja. Akh­irnya yang terbentuk Cottonpops yang memiliki varian rasa minuman kiwi dan strawberry untuk recent juice.

Para pebisnis pun mulai menyasar grocery store dan mall untuk memasarkan produk mie lidi, dengan kemasan yang lebih unik dan menarik. Mie lidi konvensional dengan bungkus plastik biasa dijual dengan harga mulai Rp1000. Namun dengan inovasi, satu bungkus mie lidi bisa dihargai hingga Rp12 ribu. Jajanan manis ini terbuat dari gumpalan gula yang dibakar. Bentuknya pun beragam; kuda laut, kupu-kupu, atau burung yang bisa ditiup seperti peluit.

Padahal masih bisa diminum lebih dari tiga hari juga. Alhamdulillah sebe­lum tiga hari yang diproduksi selalu habis,” tandas dia. Rani bercerita, ide membuat Cot­tonpops berawal dari keisengan ia dan temannya saat momen Bulan Ramad­han lalu untuk membuka usaha jajanan berbuka puasa. “Inspirasinya seben­ernya ketika nyari jajajan buka puasa, minuman gitu-gitu aja. Kita coba buka usaha, tapi ternyata baru direalisasikan Okto­ber ini,” ceritanya. Rani juga mengaku mengeluarkan modal Rp10 juta untuk membuka usahanya itu.